Perkaya Khasanah Sejarah Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun Terbitkan Buku

INDONESIASATU.CO.ID:

MADIUN - Belum lama ini pemkab madiun bekerjasama dengan Departemen Sejarah FIB UGM Yogyakarta menggelar Talk Show Bedah Buku Sejarah Madiun, bertajuk “Madiun, Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan dari abad XIV hingga awal abad XXI” di Pendopo Ronggo Jumeno Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, pada hari Selasa (14/11).

Acara yang dihadiri dan dibuka oleh Bupati Madiun, Muhtarom ini bertujuan untuk meluruskan sejarah Madiun. Ke depannya diharapkan bisa disosialisasikan dan dikaji meluas oleh masyarakat Madiun sendiri, agar tidak terbantahkan kebenaran Sejarah Madiun dan terekam oleh berbagai sumber yang terpercaya.

Muhtarom dalam sambutannya mengatakan bahwa Buku ini bukan untuk mengoreksi dua buku sejarah yang telah diterbitkan sebelumnya dan buku ini menyajikan perjalanan sejarah Madiun dalam rentang waktu hampir 500 tahun secara komperhensif, dan karena itulah penelusuran sumber primer maupun sekunder dilakukan hingga ke arsip nasional. “Buku sejarah ini diterbitkan untuk melengkapi dan menjadi refrensi tambahan serta memperkaya khasanah sejarah sebagai ilmu pengetahuan bagi masyarakat Kabupaten Madiun, selain itu rujukan penting generasi sekarang dan mendatang melihat madiun waktu itu dari segi politik, kepemimpinan dan pemerintahan”, Jelas Muhtarom.

Pemkab Madiun selaku penyelenggara ingin merangkul semua elemen masyarakat dalam penyusunan Buku Sejarah Madiun, dan memfasilitasi bersama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada Yogyakarta, berharap semoga menjadi karya yang mendekati sempurna. Dan undangan yang hadir dalam acara bedah buku Sejarah Madiun ini diantaranya berasal dari Kelompok Masyarakat Gerakan Caruban Menggugat, atau yang lebih dikenal dengan istilah “GENCAR MENGGUGAT”.

Firdaus Anderson selaku ketua Gencar Menggugat menyambut baik penyusunan buku sejarah Madiun ini, “Kami membaca, di dalam buku ini juga tertulis alur kronologis perpindahan Ibukota Kabupaten Madiun dari Kota Madiun menuju Kota Caruban, artinya melalui perspektif sejarah inilah kami akan terus memperjuangkan Nama Kota Caruban Sebagai Ibu Kota Kabupaten Madiun”, Tangkasnya. Untuk diketahui, Gencar Menggugat adalah rumah aspirasi bagi masyarakat yang peduli atas dihilangkannya nama Kota Caruban di beberapa fasilitas umum, yang kemudian berkumpul, berdiskusi dan mencoba menyelamatkan Caruban dari segi sejarah. (pamungki)

Index Berita